MAKALAH REKRUTMEN SEBAGAI STRATEGI TERPENTING PARTAI POLITIK DALAM MENCIPTAKANKADER PEMIMPIN BANGSA

REKRUTMEN SEBAGAI STRATEGI TERPENTING PARTAI POLITIK DALAM MENCIPTAKAN KADER PEMIMPIN BANGSA

     A. Latar Belakang Masalah
Setiap bangsa mempunyai seorang pemimpin. Pemimpin bangsa yang baik, adil dan mampu menjadikan suatu bangsa lebih maju merupakan keinginan setiap warga negara disetiap periode pergantian kepemimpinan. Hal tersebut juga terjadi di Indonesia yang merupakan negara berkembang, yang mana pemimpin bangsa yang diinginkan warga negaranya adalah pemimpin bangsa yang mampu memajukan bangsa Indonesia sesuai keinginan-keinginan warganya bukan hanya janji semata. Seorang pemimpin bangsa menjadi aspek utama dalam kemajuan negara Indonesia mengingat kurangnya sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, sehingga untuk memajukan bangsa ini diperlukan pemimpin bangsa yang dapat memimpin dan mengarahkan warga negaranya. Selain memang hal tersebut merupakan tugas dari seorang pemimpin bangsa, hal tersebut juga merupakan dambaan dari seluruh warga negara Indonesia. Apalagi seperti saat ini, dengan kebebasan pemberitaan kepemerintahan terutama berita sepak terjang pemimpin bangsa, rakyat menjadi terus berharap akan adanya pemimpin bangsa yang mampu menjadikan Indonesia lebih baik disemua bidang sesuai keinginan rakyat.

Dari fenomena diatas, maka kader pemimpin bangsa yang baik dan mampu membuat bangsa Indonesia lebih baik sangatlah ditunggu-tunggu oleh warga negara Indonesia. Lantas siapakah yang seharusnya menciptakan kader pemimpin bangsayang baik? Di negara Indonesia, seorang kader pemimpin bangsa atau presiden merupakan kader dari partai politik yang terpilih pada pemilu. Sehingga terciptanya pemimpin bangsa yang baik merupakan tugas tiap-tiap partai politik dalam menciptakan kadernya. Strategi partai politik dalam menciptakan kader pemimpin bangsa memang sangatlah penting karena nantinya salah satu kader tersebutlah yang akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia.Dalam menciptakan kader pemimpin bangsa, pastilah setiap partai politik memiliki strategi sendiri-sendiri. Salah satu strategi yang terpenting merupakan rekrutmen atau pengkaderannya.Jadi terciptanya pemimpin bangsa tergantung rekrutmen partai politik. Maka partai politik harus mempertimbangkan dengan matang kadernya untuk diajukan dalam pemilu yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa jika terpilih.

     B. Landasan Teori
1. Rekrutmen Politik
    a. Definisi Rekrutmen Politik
Rekrutmen politik pada dasarnya merupakan penyeleksian terhadap individu ataupun sekelompok orang dalam penempatan jabatan politik dalam sistem politiksuatu negara.
    b. Pengertian Rekrutmen Politik Menurut Para Ahli
1) Menurut Ramlan Surbakti
Rekrutmen politik  sebagai seleksi dan pemilihan atau pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untukmelaksanakan sejumlah peranan dalam sistem-sistem politik padaumumnya dan pemerintahan pada khususnya. Menurut fungsi ini semakinbesar fungsinya manakala partai politik itu merupakan partai tunggalseperti dalam sistem politik otoriter, atau partai mayoritas dalam badanpermusyawaratan rakyat sehingga berwenang untuk membentukpemerintahan dalam sistem politik yang demokratis. Fungsi rekrutmenmerupakan fungsi dari mencari dan mempertahankan kekuasaan. Selain itu fungsi rekrutmen politik sangat penting bagi keberlangsungan partaipolitik. (Surbakti, 1992: 118)
2) Menurut Afan Gaffar
Rekrutmen Politik merupakan prosespengisian jabatan politik dalam sebuah negara, agar sistem politik dapatmemfungsikan dirinya dengan sebaik-baiknya, guna memberikanpelayanan dan perlindungan masyarakat (Gaffar, 1999 : 155)

2. Partai Politik
    a. Deskripsi Partai Politik
Partai politik adalah sarana politik yang menjembatani elit-elit politik dalam upaya mencapai kekuasaan politik dalam suatu negara yang bercirikan mandiri dalam hal finansial, memiliki platform atau haluan politik tersendiri, mengusung kepentingan-kepentingan kelompok dalam urusan politik, dan turut menyumbang political development sebagai suprastruktur politik.
    b. Deskripsi partai politik menurut para ahli:
1) Carl J. Friedrich: Partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin partainya, dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil.
2) Sigmund Neumann: partai politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham.

3. Strategi Partai Politik
    a. Definisi Strategi Partai Politik
Menurut Peter Schroder, strategi politik adalah rencana untuk tindakan, dimana penyusunan dan pelaksanaan strategi mempengaruhi sukses atau gagalnya strategi itu pada akhirnya.
Strategi Partai Politik dibagi menjadi dua;
1) Strategi Ofensif (Menyerang)
Sesuatu hal yang bersifat agresif yang digunakan untuk menyerang yang mengakibatkan timbulnya gangguan dan ketidaksenangan.
2) Strategi Defensif (Bertahan)
Sesuatu hal yang bersifat melindungi terhadap serangan, menjaga keamanan dan membentengi diri.

4. Pembentukan Dan Rekrutmen Elite
Partai-partai dari segala jenisnya berperan dalam menyediakan bagi negara para pemimpin partai politik mereka. (Heywood, 2014: 400). Partai politik memilih kadernya dan membekali dengan ketrampilan-ketrampilan, pengetahuan dan pengalaman serta memberi sebagian bentuk karier. Disisi lain, batasan-batasan yang diberikan partai-partai pada jabatan-jabatan pemerintahan dapat dikritik karena menjamin bahwa para pemimpin politik ditarik dari sekelompok kecil orang-orang berbakat, figur-figur senior dari segelintir partai-partai besar.(Heywood, 2014: 401).

5. Kader
a. Definisi Kader
Menurut Nano Wijaya, kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi, baik sipil maupun militer, yang berfungsi sebagai 'pemihak' dan atau membantu tugas dan fungsi pokok organisasi tersebut.

     C. Analisis Masalah
Di Indonesia, seorang presiden sebagai pemimpin bangsa merupakan seseorang yang terpilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu). Seseorang tersebut merupakan salah satu kader yang diajukan olehpartai politik dan terpilih dalam pemilu. Pemimpin bangsa tersebut dipilih oleh rakyat dimana setiap pemilih mengharapkan kader yang dipilihnya memiliki kualitas yang baik guna kemajuan bangsa. Jadi kualitas pemimpin bangsa tergantung pada kader dari partai politik yang terpilih. Kader pemimpin bangsa tersebut merupakan hasil dari perekrutan setiap partai politik. Dalam memilih kadernya, masing-masing partai berharap kader yang dipilihnya tersebut memiliki kualitas yang sesuai dengan tujuan partai politiknya dan akan memenangkan pemilu guna kekuasaan partai politiknya. Kualitas kader tersebut tergantung strategi dari partai politik dalam memilih. Jadi kunci dari kualitas pemimpin bangsa tergantung dari rekrutmen kader partai politik. Hal tersebut dapat dikatakan tergantung strategi partai politik dalam menciptakan kadernya mengingat rekrutmen kader merupakan salah satu fungsi dari partai politik.

Perekrutan kader pemimpin bangsa oleh partai politik menjadi strategi terpenting dalam menciptakan pemimpin bangsa yang akan terpilih nantinya. Perekrutan sebagai awal dari strategi penciptaan kader dimana partai politik memilih kadernya sesuai tujuan masing-masing partai politik. Menurut Mochtar Mas’oed bahwa rekrutmen politik merupakan fungsi penyeleksi rakyat untuk kegiatan politik dan jabatan pemerintah melalui penampilan dalam media komunikasi, menjadi anggota organisasi,   mencalonkan diri untuk jabatan tertentu, pendidikan dan ujian. (Tangkilisan, 2003:188)  Proses ini menentukan siapa sajakah yang akan menjalankan fungsi-fungsi sistem politik negara tersebut. Oleh karena itu, tercapainya tujuan partai politik juga tergantung dari perekrutan kader untuk melaksanakan misi dari partai politiknya. Setelah terpilihnya kader partai politik, kader tersebut nantinya yang akan menjadi pemimpin bangsa ketika diajukan dalam pemilihan dan terpilih. Pemimpin bangsa tersebut adalah hasil rekrutmen partai politik terhadap kader tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwa strategi pertama dan utama partai politik dalam menciptakan kader pemimpin bangsa terdapat pada strategi atau sitem rekrutmen pada partai politik terutama partai politik yang menang dalam pemilu.

Dalam konteks di  Indonesia, sesuai dengan UU Nomor 2 tahun 2011 tentang partai politik pasal 29, dijelaskan bahwa partai politik melakukanrekrutmen politik bagi warga negara Indonesia untuk pengisian jabatanpolitik  seperti anggota partai politik, calon anggota dewan perwakilanrakyat tingkat pusat maupun daerah, calon presiden dan wakil presiden,serta bakal calon kepala daerah. Kemudian dalam perekrutan tersebut harus dilakukan secara demokratis dan terbuka sesuai dengan AD/ARTpartai politik tersebut.Dalam rekrutmen kader, sebuah partai politik memiliki system tersendiri. Terdapat dua system rekrutmen partai politik:
   1) Rekrutmen terbuka, yaitu dengan menyediakan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara untuk ikut bersaing dalam proses penyeleksian.
   2)  Rekrutmen tertutup, yaitu adanya kesempatan untuk masuk dan dapat menduduki posisi politik tidaklah sama bagi setiap warga negara .artinya hanya individu-individu tertentu yang dapat direkrut untuk menempati posisi dalam politik maupun pemerintah.

Berdasarkan dari system tersebut, bahwa partai politik biasanya menggunakan system-sistem tersebut untuk merekrutcalon kadernyaDari dua system tersebut, maka setiap partai politik dapat menggunakan salah satu dan/ kedua system tersebut untuk memilih kadernya. Jika partai politik menggunakan rekrutmen terbuka maka seluruh warga negara memiliki peluang untuk menjadi kader partai politik melalui proses penyeleksian oleh partai politik yang nantinya juga memiliki peluang untuk menjadi pemimpin bangsa. Namun, jika sebuah partai politik menggunakan rekrutmen tertutup, maka tidak semua warga negara dapat menjadi kader partai politik apalagi menjadi pemimpin bangsa melalui jalur partai politik. Artinya hanya individu-individu tertentu yang dapat direkrut untuk menempati posisi dalam politik maupun pemerintah. Dalam system tertutup ini, partai politik mengangkat kadernya dengan cara memilih langsung berdasarkan keinginan partai politik. Dalam hal ini partai politik menganggap bahwa kader yang dipilihnya tersebut memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas partai politik tersebut dan merealisasikan tujuan partai. Selain anggapan mutu, pertemanan dan ikatan keluarga juga menjadi pertimbangan dalam system ini.

Kedua system rekrutmen tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal menciptakan kader pemimpin bangsa nantinya. Ditinjau dari cara perekrutan, system rekrutmen terbuka lebih demokratis karena semua warga negara memiliki peluang untuk menduduki jabatan dipemerintahan. Berbeda dengan  system tertutup, biasanya hanya orang dilingkup pemilik partai politik dalam hal ini biasanya keluarga seperti anaknya, menantunya dan lain sebagainya. Kemudian dalam segi kualitas, dengan system terbuka maka terdapat dua sisi kemunngkinan. Kemungkinan pertama adalah bahwa kader tersebut diragukan kualitasnya karena bukan dari golongan orang-orang terkemuka yang biasanya memiliki hubungan yang luas dalam hal pemerintahan. Namun, dalam hal kualitas tidak bisa diragukan begitu saja mengetahui orang tersebut direkrut oleh partai politik melalui seleksi. Yang mana seleksi tersebutlah yang akan menjawab tentang kualitas kader tersebut. Tidak jauh berbeda dengan system terbuka, system tertutup juga memiliki dua kemungkinan dalam hal kualitas kader. Jika orang tersebut dipilih dari keluarga yang sudah terbukti memiliki kualitas dalam memajukan partai politik atau bahkan sudah terbukti dapat memimpin bangsa contohnya anak presiden, maka kemungkinan pertama adalah kader tersebut memiliki gen yang tidak jauh berbeda. Maka jika kader tersebut terpilih nantinya, kualitas yang dimilikinya bias dikatakan tidak jauh berbeda dengan pemimpin bangsa sebelumnya yang merupakan keluarga kader tersebut. Namun, jika kader tersebut tidak dipilih melalui seleksi hanya anggapan baik saja, maka kader tersebut tidak akan teruji. Jadi dapat disimpulkan jika proses rekrutmen bukan hanya sekedar menyeleksi dan menempatkan nama-nama orang atau kandidat. Tapi lebih penting dari itu yaitu sejauh mana kandidiat yang dipromosikan tersebut memiliki kompetensi dan kapabilitas dalam mengemban tugas partai dan menjadi pemimpin bangsa yang sesuai dengan harapan warga negaranya nantinya jika dipilih.Maka partai politik harus mempertimbangkan dengan matang ketika akan melakukan perekrutan kader partai politik yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa, apakah akan melakukan seleksi dari pihak luar atau langsung menunjuk dari pihak dalam. Rekrutmen yang matang dan menghasilkan kader yang baik serta sesuai dengan tujuan partai politik akan menciptakan pemimpin bangsa yang baik sesuai tujuan pemimpin bangsa dan sesuai harapan masyarakat. Dari keseluruhan tersebut maka dapat dikatakan bahwa rekrutmen menjadi system terpenting dalam partai politik untuk menciptakan kader pemimpin bangsa yang baik untuk kemajuan bangsa.

D.    Kesimpulan
Banyak strategi partai politik untuk menciptakan kader pemimpin bangsa mulai dari rekrutmen sampai strategi pengorganisasian didalamnya. Namun dapat disimpulkan bahwa, strategi partai politik yang terpenting dalam menciptakan kader pemimpin bangsa adalah strategi dalam rekrutmen kadernya. Mengingat rekrutmen merupakan awal pencarian kualitas kader yang sesuai dengan keinginan partai politik tersebut yang akan berdampak pada baik buruknya pemimpin bangsa dari kader tersebut. Terdapat dua system rekrutmen partai politik yaitu system terbuka dan system tertutup. System terbuka berarti merekrut seseorang dari pihak luar dengan jalan seleksi, sedangkan system tertutup berarti memilih orang dari pihak dalam seperti keluarga dan teman atau orang terdekat tanpa melalui seleksi. Dari dua system tersebut, partai politik memiliki kebebasan menentukan system rekrutmen apa yang akan digunakan. Namun hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena partai politik harus mempertimbangkan dengan matang guna mendapatkan kader partai politik dan kader pemimpin bangsa yang baik dan sesuai harapan warga negaranya. Jadi rekrutmen sebagai system terpenting partai politik dalam menciptakan kader pemimpin bangsa.

Daftar Pustaka
Heywood, Andrew. 2014. Politik. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR
Tangkilisan, Hesel Nogi. 2003. Kebijakan Publik yang Membumi, Yogyakarta: Yayasan Pembaharuan Administrasi Publik Indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Kader
https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_politik
https://www.anakadam.com/2016/07/teori-strategi-politik/

0 Response to "MAKALAH REKRUTMEN SEBAGAI STRATEGI TERPENTING PARTAI POLITIK DALAM MENCIPTAKANKADER PEMIMPIN BANGSA"

Post a Comment